Saturday, 8 March 2014

Mari Ciptakan Generasi Indonesia Membaca





Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, begitu kata banyak orang. Namun pameo tersebut jika dilihat di teropong era moderen harus dikaji ulang. Dilihat dari segi geografis memang benar adanya Indonesia bangsa yang besar dan kaya. Namun dari segi pendidikan, Indonesia kalah telak dengan negara-negara lain. Terutama dari segi budaya membaca. 

Berdasarkan survey yang diadakan oleh badan pembangunan PBB (UNDP), Indonesia ada di urutan 109 dari 174 negara berdasarkan kualitas SDM yang dimiliki negara. Sangat tertinggal jauh dari negara tetangga, yaitu Singapura (24), Malaysia (61), dan Thailand (76). Inilah sebab banyak SDA Indonesia dikelola oleh pihak asing.

Puluhan tahun silam banyak negara yang berguru di Indonesia, terutama negara-negara tetangga. Mereka mengirim mahasiswanya dan dibiayai oleh pemerintah masing-masing. Namun kini keadaan berbanding terbalik, ribuan mahasiswa Indonesia berbondong-bondong ke negara lain untuk menimba ilmu. Lalu apa penyebab Indonesia mengalami kemunduran dalam hal pendidikan? Hilangnya budaya membaca dari bangsalah yang menjadi penyebab utama.

Membaca merupakan kegiatan penting dalam kehidupan, mengingat semua aspek di dalam kehidupan dewasa ini selalu melibatkan kegiatan membaca di dalamnya. Untuk menumbuhkan kembali minat membaca, harus dimulai dari lingkungan seseorang sejak dini. Lalu bagaimana dengan golongan dewasa? Tidak mudah menumbuhkan bibit pada tanah yang terlanjur tandus, begitu pula dengan menumbuhkan minat membaca golongan tersebut. Maka dari itu, sebagai generasi muda, kita wajib menanamkan budaya membaca pada anak-anak.

Dewasa ini, kita sadar bahwa tingkat minat membaca masyarakat yang masih rendah dapat memicu keterpurukan bagi bangsa di masa mendatang. Saat ini yang bisa dan harus kita lakukan adalah dengan mendorong anak usia dini untuk mencintai kegiatan membaca. Untuk menarik minat anak terhadap kegiatan membaca, lingkungan harus menyediakan fasilitas tersebut. Fasilitas utamanya adalah buku bacaan.

Ada bebagai macam kendala yang harus kita perangi untuk menciptakan gerakan Indonesia membaca, antara lain:
1.       Kurang tersedianya bacaan yang menarik hasrat masyarakat
2.       Minimnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan formal maupun non formal
3.       Kebiasaan malas membaca yang telah mengakar di masyarakat
4.        Daya beli buku masih minim karena tingkat perekonomian yang kurang merata di kalangan masyarakat Indonesia
5.       Kurang tersebarnya sarana membaca (perpustakaan dan baca) terutama di pelosok Indonesia
6.       Sistem pendidikan yang kurang memberdayakan perpustakaan
Maka dari itu, sudah selayaknya kita memberikan uluran tangan bagi anak-anak Indonesia, terutama yang berada di pelosok negeri. Indonesia harus bangkit dari keterpurukan dan menyongsong masa depan yang lebih cerah. 

Meski demikian, sudah ada berbagai gerakan dari pemuda dalam hal meningkatkan pendidikan, terutama minat baca anak-anak di pelosok negeri. Gerakan yang dilakukan secara gerilya ala pemuda, seperti @bukuntukpapua, kapal pendidikan WWF Gurano Bintang di Teluk Cendrawasih, Taman Bacaan Pelangi, dll. 

Maka dari itu, saya dan beberapa orang teman tergerak untuk ikut serta dalam membantu memeberikan bacaan yang dapat menarik minat anak-anak terutama di beberapa desa terpencil di Flores, seperti Waerebo, Denge dan Kombo. Desa yang cukup terkenal di kalangan asing, namun terasing dari negerinya sendiri. Bayangkan, untuk bersekolah mereka harus menempuh perjalanan 4 jam menuruni hutan rimba! Itupun di sekolah mereka, fasilitas membaca belum mencukupi kebutuhan. Sudah saatnya kita berdiri dan tidak menggantungkan diri kepada pemerintah. Ayo bantu anak-anak Waerebo membuka diri pada dunia, dengan cara mendonasikan buku-buku bacaan untuk usia dini hingga tingkat menengah. Buku yang dibutuhkan adalah buku-buku yang dapat menggugah minat seorang anak untuk mencintai kegiatan membaca, buku yang informatif, bergambar dengan warna cerah.

Untuk donasi buku, kamu bisa hubungi kami di akun twitter @nusabaca2014 atau hubungi Asta (081228590655) dan Ledy (08562803028). Kami juga menyediakan dropbox di @kedai_ilalang dan @earhouse loh :D Berbagi tidak menjadikan kita jatuh miskin, melainkan kita akan semakin kaya dengan kebahagiaan. Salam membaca!

1 comment:

  1. Iya tuh di daerah sana minat bacanya masih kurang dan ditambah juga fasilitasnya tidak mendukung.

    ReplyDelete