Saturday, 26 April 2014

LIFE IS DARING ADVENTURE



Dunia itu seluas langkah kaki
Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah
Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan
dan menyatu dengannya..
-          Soe Hok Gie
 http://rlv.zcache.ca/life_is_either_a_daring_adventure_or_nothing_sticker-rb3082a4ae6c24cfa9ebc50854ac11d56_v9waf_8byvr_512.jpg
Tulisan ini saya ikut sertakan dalam pemilihan #TheExtremeJourney yang diadakan oleh caldera indonesia, http://www.theextremejourney.com/ 

Seseorang pernah bertanya pada Saya, “Gue bingung, antara lulus kuliah tahun ini dan keliling Pulau Jawa. Menurut lo gimana?” Jawaban Saya adalah jalan-jalan keliling Pulau Jawa.  Jangan kamu tanyakan alasan, lakukan saja eksekusi secepatnya. Dia menjawab, “Yah, tapi..” Saya tersenyum, kata-kata itu merupakan kata-kata yang mudah tapi cukup fatal untuk diucapkan.


Ribuan pertimbangan muncul ketika kita merasa takut akan sesuatu hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Perasaan-perasaan ini akan mucul dan kemudian melahirkan sisi penakut diri kita. Padahal sihhh.. tinggal eksekusi broo!! 

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”H. Jackson Brown Jr.

Dulu ketika SMA, bangunan adalah karya seni yang sangat luar biasa dan sejak itu lahirlah mimpi sebagai arsitek. Ternyata mimpi membawa saya pada Jurusan Teknik Arsitek Universitas Diponegoro. Semasa kuliah, saya terkadang bolos kuliah demi acara Bolang, Si Bocah Petualang di salah satu stasiun televisi lalu saya berpikir sepertinya enak hidup dekat dengan alam Indonesia yang kaya ini. Tidak beberapa lama kemudian saya mulai menatap sedikit demi sedikit permukaan tanah Jawa dan Bali. Memang dari kecil orang tua sering mengajak camping di Cipanas atau sekedar jalan-jalan ceria ke Bali sekaligus numpang sungkem ke nenek di kampung. Remember, dreams do come true!
 saat masih norak jalan bareng keluarga


Ada sensasi baru saat memulai perjalanan ala saya, yaitu tentang keahlian mengelola keuangan untuk perjalanan. Setelah lulus kuliah dan belum bekerja, saya sempat kehabisan akal untuk mendanai mimpi itu, akhirnya saya mulai rajin mengeksplorasi tulisan dan mengirimkan ke dunia maya. Thanks God, saya sempat menjadi salah satu pemenang lomba dan mendapat hadiah berupa uang tunai + merchandise. Yeay!


Sejak saat itu disamping menjadi arsitek, saya semakin rajin menulis tentang artikel perjalanan. Hingga pada suatu waktu saya ingin mempunyai sebuah blog dan seperti kata pepatah, “A story only real when shared.” Meski agak disambung-sambungin, maksudnya adalah saya ingin berbagi kisah kepada yang lain melalui tulisan saya.


Well, dulu jaman kuliah saya selalu bermimpi bisa berkunjung ke Pulau Flores dan Sabang, menikmati keindahan alamnya dan menyelami kearifan budaya mereka. Mimpi itu terus saya pupuk dengan baik, hingga suatu saat saya mendapat tiket promo pesawat ke Medan dari seorang kawan, dan voila! Saya tiba di ufuk terbarat Indonesia pada bulan Mei 2013. Ciee..
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKY6EGkKKBo-agIhHlD8dpdwRfYzEskhvJOVTPT_p0uy2TdI17fFkU3RjteBg-wvI_KfTM4-R7XPouov_i-6bIX3ZmM4eCk7RoU5xkKOtzdSShTf2BeDUJGHBfCs_e9QiU2E-sElsiXjk/s320/tumblr_lhnthhoGz41qzpe8uo1_500.jpg 

mimpi itu langkah kecil untuk memulai sebuah petualangan 


Mimpi tentang Flores masih ter-pending sampai tiba-tiba saya kembali mendapatkan tiket Mandala ke Labuan Bajo dengan harga 250 ribu rupiah saja! Will I take my chance to discover that dream? Oh you know it won’t come as easy as it.. Saya harus menghadapi pilihan yang sangat sulit antara mewujudkan mimpi atau melanjutkan hidup (baca : bakalan dipecat bokk kalau ijin cuti kelamaan! Maklum anak proyek yang kerjanya 6/7 days)
pertama kali menapak di ketinggian, thanks 3.428 mdpl 


Setelah berada semakin dekat dengan dunia jalan-jalan, saya sempat bermimpi menjadi seorang travel writer atau travel planner atau pokoknya menjadi travelpreneur J Kenapa tidak? Saya suka jalan-jalan, lalu kenapa tidak menjadikan sebuah hobi yang berpenghasilan? Namun, mimpi ini masih sebatas mimpi yang belum terwujud. Well, let see.. will I achieve that dream or not.


Dan sampai hari ini saya masih jatuh cinta pada yang namanya bermimpi, sebab dari mimpi tersebut akan lahir petualang-petualangan baru di dalam hidup. Tetapi ada hal yang lebih penting dari sekedar bermimpi, yaitu.. bagaimana kita terus konsisten dalam mempertahankan mimpi tersebut. 

Jadi.. terbuktikan, DREAMS DO COME TRUE. Biarkan mimpi-mimpi terus memapahmu untuk menemukan lembar-lembar petualangan berikutnya dalam hidup.

2 comments:

  1. Anonymous4/27/2014

    semoga mimpinya terwujud kak, aaminn :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh dikomen kak wira *blushing lebay guling-guling dijalan*

      Delete